Home
 

Bahaya Air Putih Untuk Bayi!

Air PutihBerapa sering kita bilang kepada babysitter kita untuk memberikan air kepada bayi kita saat ia habis minum susu? Atau mungkin kita yang membuat catatan di dalam hati untuk selalu meminumkan air putih setelah bayi menyusu? Ternyata bunda, dibalik kebiasaan ini ternyata tersimpan bahaya bagi bayi kita, terutama bayi berusia dibawah 6 bulan!

Air putih yang kita anggap bermanfaat sangat besar bagi kesehatan anak-anak dan orang dewasa ternyata tidak diperuntukkan untuk bayi, khususnya bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Pada usia tersebut, pemberian ASI eksklusif tanpa pemberian cairan lain sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi sesuai dengan perkembangannya. Secara alamiah, komposisi ASI sudah mengandung 88 persen air yang akan mencukupi kebutuhan cairan bayi. Begitu pun dengan bayi yang minum susu formula, lebih dari 80 persen komposisi susu formula adalah air. Mengingat tingginya kadar air dalam ASI maupun susu formula, bayi kurang dari 6 bulan tidak perlu diberikan tambahan cairan lain apapun secara langsung, termasuk air putih, teh manis maupun jus buah. Berdasarkan fakta-fakta ini, berarti bayi tidak akan kekurangan cairan sejauh bayi mendapatkan ASI atau susu formula dalam jumlah cukup setiap harinya. Bayi akan selalu meminta ASI atau susu formula bila ia merasa haus.

Lantas, mengapa air putih tak baik diberikan kepada bayi? Ada 3 alasan mengapa air putih dilarang untuk bayi:

  1. Ginjal bisa rusak

Pada bayi berusia kurang dari 6 bulan, semua organnya belum berfungsi seperti anak yang lebih besar atau orang dewasa. Organ yang langsung berhubungan dengan metabolism cairan adalah ginjal. Sehingga jika bayi diberi banya air putih, maka ginjal yang belum siap menyaring cairan selain ASI bisa rusak. Ginjal bayi belum mampu mengeluarkan air dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan timbunan air dalam tubuh yang dapat membahayakan bayi.

  1. Keracunan air

Kelebihan air diatas akan menyebabkan kandungan elektrolit dalam darah menjadi tidak seimbang, misalnya sodium (natrium). Kelebihan cairan tersebut akan melarutkan sodium dalam darah dan akan dikeluarkan tubuh, sehingga kadar sodium menjadi rendah yang dapat mempengaruhi aktivitas otak. Awalnya ditandai dengan merengek-rengek, mengantuk dan gejala penurunan kesadaran lainnya yang kadang luput dari kewaspadaan orang tua. Gejala lainnya adalah penurunan suhu tubuh, bengkak di sekitar wajah dan jika dibiarkan dapat menjadi kejang. Jika si kecil sampai mengalami kejang, kemungkinan terjadi gangguan perkembangan di masa depannya. Namun hal ini juga bergantung pada frekuensi dan durasi kejang tersebut terjadi.

  1. Kebutuhan gizi tidak terpenuhi

Selain keracunan air, memberikan air putih setiap kali bayi menangis adalah salah. Bayi yang menangis tidak selalu berarti lapar. Bisa saja ia BAK (Buang Air Kecil), BAB (Buang Air Besar), kurang nyaman, sakit atau lainnya.

Bayi yang diberikan air setiap ia menangis akan menjadi kenyang sehingga keinginan bayi untuk menyusu akan menurun. Akibatnya asupan gizi dalam tubuhnya menurun pula. Padahal tiga tahun pertama adalah golden period (masa keemasan) untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan dan sangat bergantung pada asupan gizinya pada saat itu. Oleh karena itu, bunda harus mengkonsumsi makanan yang bergizi agar kualitas ASI terjaga.

Saat terbaik untuk memperkenalkan air putih adalah saat bayi memasuki usia diatas 6 bulan, yaitu dimana MPASI (Makanan Pendamping ASI) mulai diperkenalkan. Selain itu, pada usia lebih dari 6 bulan, organ bayi lebih siap untuk mencerna makanan dan minuman selain ASI.

Selain itu, ada beberapa penelitian menyebutkan bahwa pada kasus tertentu seperti cuaca panas atau konstipasi, pemberian air pada bayi diperbolehkan. Namun, pemberian air tersebut cukup berkisar pada satu sendok makan tiap pemberiannya. Sebaiknya gunakan sendok, bukan dot/botol guna menghindari kehilangan kontrol berapa banyak air putih yang sudah diminum bayi. Jangan sampai kebanyakan.

Seperti kasus yang terjadi di John Hopkins Children Centre, sebuah rumah sakit di Amerika, seperti dikutip dari situsnya, “Pada musim panas, banyak bayi yang dibawa ke ruang gawat darurat oleh orang tuanya yang panik karena bayi mereka kejang. Belakangan diketahui, bahwa hal tersebut disebabkan oleh asupan air putih yang terlalu banyak.”

Berhati-hatilah, bunda, kita tidak ingin bayi kita mengalami hal yang sama, bukan?(Toddie, Sept-Okt 11)

Tags: , , , , , , , , , , ,

Related posts

March 19, 2012 This post was written by Categories: BayiKesehatan anak Tagged with:
No comments yet


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>