Home
 

Meminimalisasi Serangan Tungau Debu Rumah

Tungau Debu RumahTungau Debu Rumah atau TDR jarang sekali disalahkan sebagai penyebab alergi pada baik anak-anak maupun orang dewasa. Justru debulah yang disalahkan sebagai penyebab alergi. Padahal, pada dasarnya binatang yang sangat kecil (berukuran 250-300 mikron sehingga hanya dapat dilihat melalui mikroskop dengan pembesaran minimal 20 kali) inilah penyebabnya. Bagaimana tidak, binatang yang sangat kecil ini  tubuhnya ternyata mengandung suatu protein tertentu yang dapat memicu reaksi alergi di dalam badan manusia. Sehingga saat tungau kecil ini terbang masuk ke dalam saluran nafas manusia (oleh karena ukurannya yang sangat kecil), ia dapat menyebabkan reaksi mual, bersin, pilek, batuk, asma, gatal pada mata, biduran di kulit dan eksim pada orang yang memang memiliki bakat alergi.

Makanan pokok bagi tungau ini adalah serpihan kulit manusia yang tanpa disadari mengelupas setiap hari, terutama saat kita berbaring. Sehingga tungau ini paling banyak ditemukan di tempat tidur dan juga karpet. 70% hingga 80% anak hingga remaja memiliki alergi terhadap TDR ini. Walaupun demikian, bunda tidak perlu takut. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan tungau ini:

1.       Gunakan cara yang tepat dalam membersihkan rumah

Dalam membersihkan rumah dan perabotnya, selalu gunakan lap basah untuk menjaga agar tungau yang hidup dalam debu tidak terbang kemana-mana sebagai hasil dari penyapuan debu.

2.       Rajinlah membersihkan rumah

Jadwalkan pembersihan rumah selama sebulan:

-          Gantilah seprei, sarung bantal dan guling minimal sekali seminggu. Rendamlah sprei, sarung bantal dan guling dengan air panas diatas 60°C selama satu jam untuk membunuh tungau debu rumah

-          Cucilah gorden rumah setiap 3 bulan sekali

-          Servislah AC di rumah anda setiap 6 bulan sekali untuk menghindari bertumpuknya debu di filter

-          Rajin-rajinlah membersihkan lukisan atau gambar maupun foto yang ditempel di dinding rumah terutama yang memiliki pigura berukir. Tergantung lokasi rumah, pembersihan pigura lukisan harus dilakukan sesering mungkin sebelum debu menumpuk di ukiran tersebut.

3.       Minimalkan penggunaan bahan yang disukai tungau

-          Tungau debu paling suka tinggal di kasur, bantal dan guling yang berisi kapuk. Jika memungkinkan, gantilah peralatan tidur anda dengan yang berbahan dakron atau busa. Kasur kapuk masih bisa dipakai asalkan dibungkun dengan plastik sebelum diberi seprei.

-          Karpet juga merupakan tempat tinggal favorit si tungau debu ini. Debu rumah yang menumpuk pada karpet ini lama-kelamaan akan menjadi sarang bagi tungau debu. Jika kita tetap suka memakai karpet, pilihlah karpet yang berbahan dasar plastik atau karet yang mudah dibersihkan dengan lap basah. Selain itu, hindarilah penggunaan karpet di kamar tidur untuk alasan apapun.

-          Untuk lantai kamar tidur, sebaiknya pilihlah yang berbahan ubin, kayu atau vinyl sehingga mudah untuk dibersihkan dan meminimalisasi tempat tinggal si tungau debu rumah.

-          Boneka dan mainan anak-anak banyak yang terbuat dari kain yang berbulu. Minimalkan jumlahnya terutama di kamar tidur. Jika ada boneka berbulu, simpanlah di dalam kotak tertutup.

-          Hindari menumpuk buku atau memilih perabotan yang berlekuk banyak supaya tidak menyimpan debu. Jika harus memilih perabotan tersebut, rajin-rajinlah membersihkannya.

4.       Atur suhu dan kelembaban ruangan

Tungau debu hidup subur di tempat yang gelap, hangat dan lembab. Suhu optimal untuk pertumbuhan tungau ini adalah 25-30 derajat Celcius pada kelembaban 70-80%. Inilah sebabnya banyak sekali ditemukan tungau debu di daerah tropis.

Untuk menghindarinya, usahakan selalu bahwa kamar tidur dalam kondisi terang dan kering. Cara paling mudah untuk melakukannya adalah dengan membiarkan udara dan sinar matahari masuk lewat jendela atau lubang ventilasi. Pertukaran udara dalam ruangan ini terbukti mampu melenyapkan kelembaban dan sinar matahari sangat dibenci para tungau debu. Jika memungkinkan, AC juga dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan kelembaban udara dibawah 35%.

Bersihkan kamar tidur secara teratur. Debu yang menjadi sarang tungau harus dibersihkan setiap hari. Jangan lupa gunakan lap basah atau vacuum cleaner yang baik. Jangan menggunakan kemoceng, karena ini hanya akan membuat debu bertebaran dan berpindah tempat. (Sumber: Toddie, Sept 2011)

Tags: , , , , , , , ,

Related posts

August 13, 2012 This post was written by Categories: Kesehatan Tagged with:
No comments yet


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>